Pages

4.14.2009

.: Ikhlas yang Sempurna

Ikhlas itu suatu perbuatan yang dilakukan tanpa mengharap apapun kecuali mendapat pahala dari Allah. Dan ikhlas itu perbuatan yang sulit sekali dilakukan, padahal suatu pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas bukan hanya mendapatkan pahala di akhirat kelak tapi juga akan memeberikan kekuatan dan keberanian dalam bertindak.

Tapi kenyataannya untuk mencapai ikhlas itu sangatlah sulit. Ketika kita menolong seseorang tapi dengan niat ingin dipuji oleh orang lain maka itu akan menjadi sia-sia belaka.

Betapapun besarnya bantuan kita terhadap orang tersebut namun jika niat kita bukan karena Allah semata maka itu sungguh sia-sia karena tidak akan mendapat pahala. Jadi kunci utama dari ikhlas adalah niat dalam hati kita.

Ketika kita melihat orang yang sedang kesusahan dan dalam hati kita berkata “Andai saja aku punya banyak uang, maka aku akan menolongnya”, sekedar diniatkan dengan ikhlas walaupun niat itu belum terwujud, Allah telah mencatatkan pahala buat kita.

Jadi ikhlas juga cerminan hati kita yang bersih. Dan untuk bisa ikhlas tidaklah mudah, banyak sekali rintangan yang harus kita hadapi. Karena banyak sekali godaan yang tak henti-hentinya mengganggu kita. Dan setan itu akan terus menggoda seseorang yang mempunyai niat yang baik.

Agar kita bisa berbuat ikhlas mungkin kita harus memperbanyak berdoa kepada Allah agar seluruh amalan kita menjadi ikhlas hanya mengharap ridho dari-Nya bukan karena orang lain.

Selalu menyembunyikan amal kebaikan kita yaitu melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Merasa takut kalau amal perbuatan kita tidak di terima Allah, takut kalau kebaikan kita hanya sia-sia belaka. Karena keikhlasan itu tidak hanya ketika kita sedang melakukan amal kebaikan, namun keikhlasan itu harus ada baik sebelum atau sesudah kita melakukan amal kebaikan.

Ikhlas itu persoalan hati , hanya Allah saja yang bisa mengetahui hati kita, ikhlas ibarat sebuah jarum di malam gelap gulita, yang tak akan pernah terlihat sebelum ada cahaya yang meneranginya.

Menilai seseorang apakah ia ikhlas atau tidak dalam beramal itu sangat sulit, karena kita tak pernah tau hati seseorang. Ikhlas juga bagaikan jiwa sementara amal perbuatan adalah tubuhnya.

Ikhlas ternyata begitu sangat penting dalam berbuat. Karena ikhlas , seseorang akan menerima apa pun yang ada pada dirinya. Dia akan menerima setiap kekurangan yang ada pada dirinya, menerima jika dia memiliki hidung tidak mancung,jadi tidak perlu melakukan operasi plastik, menerima kalau dia terlahir cacat, jadi tidak merasa rendah diri, menerima kalau dia dilahirkan dari keluarga miskin jadi dia tidak usah usah berbuat jahat untuk menjadi kaya tapi justru dia akan giat bekerja untuk tidak miskin lagi.

Sudahkah kita ikhlas? semoga saja kita termasuk dari orang-orang yang selalu ikhlas. Baik terhadap diri kita maupun terhadap orang lain. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan “riya” karena kebalikan dari “ikhlas” adalah riya. Karena sifat itu sangat dicela oleh Allah. Tapi kadang kita sering lupa terhadap pujian yang kita terima sehingga kita menjadi sombong dan lupa diri.

.: Rencana Allah pasti Indah

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain.

Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.

Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain.

Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut :

“Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil,

” Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu.”

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali.

Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata,

“Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, Sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan?”

Ia menjawab :

” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,

” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”

Kemudian Allah menjawab,

” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.”

Subhanallah… Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.

Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini.

Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah.

Mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.