Pages

3.27.2011

Menolerir Sebuah Kesalahan



Adalah sebuah kesalahan yang cukup besar jika kita merasa bahwa ketika kita aktif dalam sebuah organisasi dakwah, gerakan, kita berpikir bahwa setiap rekan kita adalah kumpulan malaikat, dalam artian mereka tidak akan pernah berbuat salah sedikit dan sekecil sekalipun.

Adalah sebuah manusiawi jika suatu saat ada rekan kita yang melakukan kesalahan, bahkan ketika kesalahannya itu besar sekalipun. Misalnya seperti ini, andaikan ada rekan kita yang bertindak sebagai ketua pelaksana dalam suatu kegiatan akan tetapi ternyata ketuplak itu melaksanakan sebuah kesalahan yang fatal yang dampaknya bisa berakibat buruk sekali terhadap organisasi yang dia ikuti. Maka kira-kira 'memecatnya' adalah tindakan yang bijaksana? mungkin ini tidak terjadi dalam segala kasus, dan boleh jadi setiap kasus memiliki tingkat kerumitan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Akan tetapi sekali lagi sebuah pemecatan, bisa menjadi sebuah keputusan yang kurang tepat.

Yang harus kita lakukan terutama adalah memberikan sanksi, hukuman, nasihat dan segala hal yang memang cukup untuk memberikan efek jera baik itu untuk tersangka dan rekan-rekan yang lain agar kesalahan serupa seperti itu tidak terulang kembali di sekian kalinya.

Setelah proses hukuman itu telah berlangsung dan ternyata tersangka mau melaksanakannya dengan lapang dada dan sadar akan yang telah dilaksanakan, maka kemudian sikap kita selanjutnya adalah memperlakukannya tersangka sebagaimana sebelumnya-dengan catatan dia telah mengikuti proses hukuman yang 'setimpal' dengan kesalahan yang telah dilakukan.

Lain halnya jika tersangka tidak mau mengikuti proses hukuman yang diajukan, maka pertimbangan-pertimbangan yang lebih berat bisa diambil bahkan 'pemecatan' sebagai puncak dapat dilakukan.

Hanya saja yang harus diperhatikan disini adalah ketika tersangka mau mengikuti proses hukuman dan menjalankannya dengan baik, serta mengakui kesalahannya maka jangan sampai kita menganiaya, mencela tersangka secara berlebihan. Jangan sampai kita berbuat berlebihan dan tidak berlaku adil kepada tersangka.

Persatuan dan kesolidan anggota, pengurus, pemimpin merupakan modal yang kuat agar roda pergerakan terus bergerak. Jika kita bisa memudahkan urusan dengan tidak mengurangi aturan-aturan yang ada, maka insyaAllah jika itu lebih baik maka itu bisa kita ambil sebagai keputusan kita.

Tulisan ini menjadi pengingat juga kepada pribadi ini, semoga kita bisa mempertimbangkan segala yang akan kita lakukan, jangan sampai keputusan yang kita keluarkan kita sesalkan dikemudian hari.

afwan atas kesalahan yang ada, yang benar dari Allah yang salah dari saya pribadi.
butuh diskusi?ditunggu partisipasinya...

Blogg:
http://febrianadilaidabadi.blogspot.com/2009/04/menolerir-sebuah-kesalahan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar