Pages

2.21.2012

Cinta & Mati

Di antara anak-anak yang ceria bermain gerimis di pagi hari itu, hanya dia yang berteduh sendirian di bawah pohon nangka. Aku memperhatikan pakaiannya yang serba hitam. Mungkin karena merasa diperhatikan, ia balas menatapku. Tersenyum dingin.
Mungkinkah ia…??



April 1993. CINTA
Aku berumur 24 tahun dan dia 28 tahun.
Sudah tiga tahun kami tidak bertemu. Dulu ia adalah kakak tingkatku di kampus, dan aku sempat menjadi anggota di organisasi yang dipimpinnya. Aku mengaguminya? Ya. Aku akui itu. Bahkan mungkin rasanya hampir semua perempuan mengaguminya. Sosok pemimpin yang nampak sempurna. Tapi semua perasaan ini hanya mampu aku simpan dalam-dalam. Siapa aku? Dan aku juga tidak pernah membayangkan ia datang ke rumahku untuk melamarku, kalaupun datang pasti hanya untuk memberikan undangan pernikahannya dengan perempuan lain. Aku tidak peduli. Life must go on! Tapi tak bisa kupungkiri, aku kagum dan suka padanya.
Benar saja. Empat hari setelah ulang tahunku, dia datang membawa undangan pernikahannya!
* * *